Canda kok dibilang bully? Aku juga pernah di bully

Sejauh ini pernah gak sih merasakan ‘bullying’ atau tidak sadar kalau sudah menjadi korban atau pelaku ‘bullying’ karena seakan-akan itu hanya bercandaan biasa. Istilah bullying sendiri berasal dari bahasa Inggris, yaitu “bull” yang berarti banteng. Secara etimologis kata “bully” berarti gertakan, seseorang yang mengganggu yang lemah. Penindasan dalam bahasa Indonesia disebut “menyakat” yang berarti mengusik, mengganggu, dan menghalangi orang lain (Wiyani, 2012). 


1. Bullying verbal seperti nama panggilan, mencela, memfitnah, kritik kejam ‘udah hitam hidup lagi’, penghinaan, pernyataan pelecehan seksual ‘sst cantik sini’, teror ‘kalau gak kirim saya uang sekarang, saya kesana’, mengintimidasi surat, tuduhan palsu ‘ini pelakunya’, tuduhan yang kejam dan salah, gosip, dll.

2. Bullying fisik Seperti memukul, menendang, menampar, mencekik, menggigit, menggaruk, meludah, merusak dan menghancurkan barang-barang milik anak yang tertindas, dan lainnya.

3. Bullying relasional perilaku atau sikap tersembunyi seperti pandangan agresif, pandangan mata, mendesah, mencemooh, mencemooh tawa ‘masa ketawanya hahahaha aneh banget’ dan mengejek bahasa tubuh (body shaming) seperti ‘gendut’ ‘jelek’ ‘kekurusan’.

4. Bullying elektronik (Cyber Bullying) komputer, telepon seluler, internet, situs web, ruang obrolan, email, SMS, dan sebagainya. Biasanya dimaksudkan untuk meneror korban menggunakan tulisan, animasi, gambar dan rekaman video atau film yang mengintimidasi, melukai atau menikung. Makanya yuk, terapkan #Kind Comments. Membuat akun palsu, menyebarkan privasi. 

Dari beberapa jenis di atas pasti beberapa dari kalian melakukan ini atau kalian pelakunya? atau kalian menyaksikan perilaku seperti ini? Cara mengatasinya bagaimana sih?

Hidup di negara yang penduduknya 267,7 juta, dikenal ramah dan humoris ternyata terdapat sisi buruk karena semua hal terasa seperti “just kidding” padahal mulutmu harimaumu yang bisa saja menyakiti perasaan orang lain. atau kalau kita bersuara kalau kita sakit hati kita malah dicap “baperan”. sungguh serba salah. Padahal ‘bercanda’ itu tujuannya sebagai bumbu bahagia atau senyum dari sebuah topik. Jadi yang salah siapa? kita yang sakit hati atau dia yang keterlaluan. Well, perasaan kalian itu valid berarti memang hal tersebut menyakitkan kalian dan mereka seharusnya meminta maaf karena menyakiti kalian. Kalau mereka tidak minta maaf bagaimana? Yuk, maafkan, karena memaafkan itu secara tidak langsung mengurangi beban hidup kalian. Lalu, mereka akan menjadi seperti itu terus? Nah, kalian sampaikan kalau kalian merasa tidak nyaman dengan perlakuannya. 

Cara agar tidak menyakiti perasaan orang lain bisa kalian lakukan dengan memikirkan topik sebelum membicarakannya, apakah itu sesuai fakta? apakah akan menyakitinya atau menghinanya? dan jangan lupa kenali lawan bicara dan suasananya, gak mungkin kan kalian bercanda di saat rapat?

Sempat membahas soal ‘menghargai’. Menurutku, penduduk Indonesia itu sangat kurang dalam menghargai orang lain. Dalam segi candaan dan perilaku coba kita telaah apakah kita bersikap adil? memang kita hanya manusia biasa yang sulit menegakkan keadilan, tapi kita semua tahu bahwa manusia memiliki pikiran dan perasaan. Apakah kita menghina atau mengejek orang tersebut atau keluarga orang tersebut? contohnya saja nama ayah kalian dipakai dalam memanggil kalian dengan di modifikasi. bukan baper tapi ini masalah cara menghargai orang lain bahwa itu pemberian berharga dari orang tua kalian sejak kalian lahir. Kalian juga bisa menghargai pendapat orang lain dengan bersikap lapang dada kalau kalian memang salah. Admit it. Jangan menyindir, memaksa, apalagi membicarakan kejelekan orang lain karena semua orang punya perasaan. bayangkan jika hal itu berbalik kepada kita.

Ingat bahwa yang kita tanam itulah yang kita petik dan bisa bermanfaat bagi orang lain. Jika kita menanam racun, ketika kalian memberikan kepada orang lain maka orang lain akan sakit. Sama. Bullying juga memiliki efek yang dapat dibawa hingga ia beranjak dewasa. Mengalami gangguan mental, seperti depresi, rendah diri, cemas, sulit tidur nyenyak, ingin menyakiti diri sendiri, atau bahkan keinginan untuk bunuh diri. Menjadi pengguna obat-obatan terlarang. Prestasi akademik menurun. Efek ini mungkin bisa terjadi karena korban takut pergi ke sekolah sehingga berdampak kepada kegiatan belajar. Ikut melakukan kekerasan atau melakukan balas dendam. Berbahaya bagi pelaku maupun korban. Ingat, korban tidak salah.

1. Jangan emosional. Pem-bully selalu mengambil kesenangan dengan cara memancing emosional kita sebagai korban. Tetap tenang dan rasional untuk meredakan situasi. Kalau kita marah, dia akan semakin senang dan merasa menang.

2. Jangan menyalahkan diri sendiri. Saat berada dalam tekanan si tukang bully, janganlah membenarkan apa yang ia katakan dan terus menyalahkan diri sendiri. Kita justru nggak boleh kehilangan rasa percaya diri, atau berpikir kita nggak mampu. Mereka biasanya akan mencari-cari kesalahan kita dan menutup semua prestasi kita. Jadi jangan terlalu mengambil hati apa yang mereka katakan.

3. Membuat dukungan lain di luar kelompok pem-bully.  Salah satu alasan kenapa pelaku terus melakukan tindak bully kepada kamu adalah ingin kamu mundur dan pergi dari lingkungan kamu. Agar kamu merasa kuat dari segala perlakukan abuse, bangunlah hubungan dengan teman yang lain sehingga kita memiliki dukungan yang bisa membuat pelaku nggak punya banyak nyali untuk melakukan bully.

4. Carilah bantuan. Jika kita berpikir kita sedang ditindas, kita bisa berbicara dengan orang lain yang dapat membantu kita mengelola situasi ini.

5. Lakukan konseling. Ini akan membantu kita mengatasi stres, terutama jika bullying sudah mempengaruhi kesehatan fisik dan mental kita.

6. Sering melakukan me time. Kita harus menyempatkan untuk memanjakan diri sendiri dari segala toxic yang mengganggu. Luangkan waktu buat melakukan hal-hal yang menyenangkan seperti berolahraga, makan di tempat favorit dan masih banyak lagi. Lupakan sejenak orang-orang yang mengganggu hidupmu. 

7. Jangan berharap untuk mengubah pelaku. Mengubah perilaku seseorang adalah cara yang sangat sulit dan membutuhkan waktu. Kita nggak memiliki hak buat mengatur mereka untuk berhenti membully kita. Jika kita nggak bisa mengubah mereka, kita masih bisa mengelola situasi. Misalnya, ketika orang yang suka bully sedang melakukan tindakan abuse, kita bisa memasang headset atau memutar lagu keras-keras dan nggak menanggapi si pembully. Ya, semoga saja nanti dia merasa lelah sendiri buat ngebully kita. -Cosmogirl

Aku juga pernah menjadi korban bullying. Saat itu umurku hanya 6 tahun atau masih menduduki kelas 1 SD. Dari kelas 1 sampai kelulusan SD rasanya hidupku tidak jauh dari bully. Kecuali ketika kelas 5 ketika aku pubertas. Mungkin ini efek pubertas jadi bisa membedakan buruk dan baik. Kelas 1 SD hidupku bak neraka, bayangkan aku disuruh teman-temanku menggigit penggaris sambil jalan di dalam kelas. Ingatanku samar tapi sebagai korban semua cukup membekas. Akupun pernah seragam putihku di bagian punggung dicoret menggunakan spidol. Dikunci di dalam kelas lalu di takut-takuti. Di bawa ke kamar mandi. Kelas 2 mataku mulai silinder, dan kelas 3 aku jarang mengerjakan tugas. Banyak yang melontarkan kata-kata kasar di depan wajahku. Guruku sempat berkata ke ibuku bahwa aku bodoh tidak bisa ngapa-ngapain. Ya, dulu rasanya hampir setiap hari aku di hukum karena tidak mengerjakan tugas yaitu menulis kalimat sampai berpuluh-puluh berulang kali sesuai hukumanku. Dibilang lebay, memang sih kalau dipikir haha, ngapain ya aku ngepost 10x sehari di Instagram. atau sampai ada cowok yang bilang aku najis. Tapi, gak semua orang jahat di dunia ini. Masih ada yang bersimpati dan berempati untuk menemaniku dan mengajakku bermain. Aku sungguh berterima kasih untuk itu. Bahkan ketika aku SMA, masih ada yang mengejek prestasi yang aku dapatkan, seakan-akan aku tidak pantas untuk itu. Haters gonna hate, hate, hate, hate. I am just shake it off, shake it off! -Taylor Swift

Maafkan kesalahan orang lain, merupakan langkah awal berdamai pada masa lalu dan anggaplah sebagai pengalam dan pelajaran untuk masa depan yang lebih baik. Ingat untuk selalu menjadi orang baik ya!. Ucapkan selamat tinggal pada masa lalu, rancang masa depan, dan bangun diri dari sekarang.

Apakah teman-teman pernah merasakan hal yang sama? Candaan apa sih yang sampai terlewat batas yang sering kalian dengar atau saksikan? Aksi apa yang sudah kalian lakukan? Yuk, cerita di kolom komentar bisa anonymous tanpa nama atau menggunakan nama. Untuk kalian yang mengalami bully, ayo semangat, kalian kuat, kalian pasti bisa melewatinya. jangan lupa luangkan waktu untuk ke psikologi dan cerita ya ke orang terdekat. Dan selalu berdoa yang terbaik ya teman-teman!

Daftar Pustaka

dr. Allert Benedicto Ieuan Noya, 17 April 2018, Alo Dokter, ‘Efek Bully dan Cara Mengatasinya’, diakses 12  April 2020 <https://www.alodokter.com/efek-bully-dan-cara-mengatasinya>

Erzal Rishan Wikata, Mei 2017, Dictio.id, ‘Bagaimana Cara Menghargai Orang Lain?’, diakses 12 April 2020, <https://www.dictio.id/t/bagaimana-cara-menghargai-orang-lain/8236>

Lori Mora, 1 Juni 2018, Jawaban.com, ‘Candain Teman Boleh Aja, Asal Jangan Keterlaluan Ya!’, diakses 12 April 2020, <https://www.jawaban.com/read/article/id/2018/06/01/80/150929110443/candain_teman_boleh_ajaasal_jangan_keterlaluan_ya/page/1>

Pengajarku, 9 Maret 2020, Pengajar.co.id, ‘Bullying Adalah’, diakses pada 12 April 2020, <https://pengajar.co.id/bullying-adalah/>

Cosmogirl, 21 Agustus 2018, Cosmogirl, ‘Cara Menghadapi Tindak Bully di Lingkunganmu’, diakses pada 12 April 2020, <http://www.cosmogirl.co.id/artikel/read/8764/Cara-Menghadapi-Tindak-Bully-di-Lingkunganmu>

Kompas. 16 Februari 2020, Kompas.com, ‘Cara Mengahadapi Perundungan’, diakses pada12 April 2020, <https://edukasi.kompas.com/read/2020/02/16/08291021/10-cara-hadapi-bullying-atau-perundungan-kamu-wajib-tahu?page=all>

Cappucinotea, 11 Desember 2018, IDN Times, ‘5 Manfaat Nyata Untukmu Saat Berani Memaafkan Kesalahan Orang Lain’, diakses 12 April 2020, <https://edukasi.kompas.com/read/2020/02/16/08291021/10-cara-hadapi-bullying-atau-perundungan-kamu-wajib-tahu?page=all>

1 thought on “Canda kok dibilang bully? Aku juga pernah di bully”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TelegramJoin like-minded communities

Ask in the forum about anything and get the response and new insight.

Subribes & GET CANVA PRO

Subscribe to our Newsletter & Insights, Get CANVA PREMIUM for FREE!