Hampir gak masuk satu semester, tetap dapat 10 besar. Kok bisa?

Seringkali sosial media saya dipenuhi dengan ucapan “ambis”, “rajin”, dan sebagainya. Tak jarang juga muncul pertanyaan “Gimanasih caranya jadi produktif?”
Cerita dulu…
Menurut saya, produktif itu bukan berarti banyak kegiatan kesana-kemari seperti kelinci loncat yang justru akhirnya jadi terlupakan atau tidak terawat. Sebenarnya, produktif itu kalian bisa memproduksi suatu hal/karya/apapun itu yang sesuai dengan passion (kegemaran kalian yang ‘can’t live without it’) kalian dan terus mengupgrade hal tersebut. Tentunya, konsisten, bertanggungjawab, dan tidak berhenti di tengah jalan. Kalau kalian banyak kegiatan namun gemar berhenti juga, bisa jadi kalian bukan produktif tapi sedang mencari ‘jati diri’. 
Hal ini terjadi pada saya, pertanyaan yang muncul di pikiran saya adalah ‘apakah saya tercipta multitalenta? Seperti yang kalian bilang’ hingga ujung-ujungnya terlintas ‘aku lelah, butuh istirahat’ hingga akhirnya saya menemukan apa itu rasa ‘tanggungjawab’ terhadap apa yang saya perbuat dan saya kembali ke titik saya membuat hal tersebut dan menjalaninya kembali. Sebagai manusia terutama remaja masa kini, gemar bereksplorasi, mencari tahu hal-hal baru, mencoba. Disini, kita pahami pentingnya edukasi dan pemahaman sebelum kita terjun ke suatu kegiatan. Tapi, adapula yang tidak bisa membayangkan sebelum mencoba langsung. Nah, baiknya kalian coba tes kepribadian kalian ke psikolog atau MBTI tes gratis. Isinya yang jujur ya hehe. Dan, tentunya coba mencari tahu dulu latar belakang kegiatan itu sebelum terjun. Apakah kegiatan tersebut sesuai kepribadian kalian? Atau justru malah membuat kalian merasa tidak nyaman?.
Pernah stress gak?
Ini yang harus kalian pertimbangkan sebelum menjalani suatu kegiatan. Tapi, tidak ada salahnya juga mencoba asal jangan terlalu banyak. Kalau pengalaman saya sendiri, saya sempat stress yang akhirnya ketika stress saya datang, jantung saya berdebar serta nafas yang cepat, saya menangis, kepala saya pusing. Saya pernah mengerjakan sebuah Esai untuk perlombaan, yang namanya Esai atau hal berbau penelitian pasti membutuhkan sumber yang akurat. Otomatis saya dispensasi dari kelas dan mencari sumber kesana-kemari bersama rekan saya. Terkadang juga lagi sakit tetap hajar, atau sampai disana tidak ketemu sumbernya haha. Akhirnya, berat badan saya turun sekitar 2kg. Saya pernah memiliki sangat banyak kegiatan, pulang sekolah jam 5 sore saya langsung tertidur tanpa sempat memegang apalagi membaca kembali pelajaran hari itu. Di hari sabtu dan minggu bagi sebagian orang dijadikan kumpul keluarga atau tertidur sepuas hati sementara saya harus berkelana untuk mengikuti sebuah event yang lumayan dapat goodie bag. Bayangkan hidup remaja usia 16 tahun tanpa istirahat dalam satu minggu dan ini berkelanjutan? Kalau saya sih tidak kuat tapi tetap bertahan.
Katanya dapat 10 besar tapi jarang masuk ya? Kok bisa sih?
Bukan sihir, bukan sekedar hoki. Inilah pentingnya rasa ‘tanggungjawab’. Di umur seperti saya ini, mayoritas duduk di kursi SMA dan tentunya banyak tugas. Saya banyak sekali kegiatan dan lomba, alhasil saya jarang masuk (dispensasi) dan tugas menumpuk. Saya selalu mengejar tugas-tugas saya, mengerjakannya dan melihat serta bertanya ke teman “ada tugas apa?” Lalu saya kerjakan dan kumpulkan ke Ruang Guru atau saat jam pelajarannya. Alhasil nilai say bertambah. Intinya, kalau kalian rajin dan bertanggung jawab semua bisa dilalui ‘semoga’. Saya selalu menyusun daftar tugas saya dengan rapi dan hal-hal yang perlu saya kerjakan. Apalagi saya gemar desain sehingga ‘rapi’ merupakan hal yang wajib di hidup saya walaupun memang ada seniman yang gemar membuat abstrak. 
Ada tips jadi produktif?
Pertama, kalian harus banget tau kalian itu sukanya apa? Mau apa? ; Kedua dengan caramu, kalian lakukanlah dengan cara kalian sendiri, bukan menjadi saya atau menjadi orang lain. Memang idola itu ada tapi kepribadian itu beda-beda kan? Semu orang juga tercipta berbda-beda. ; Ketiga, berani, ini wajib banget untuk modal keluar dari zona nyaman yang kadang berisiko tapi asik dan menambah pengalaman ; Keempat, notes and list, ketika saya masih kecil saya gemar membaca dan melihat sebuah berita katanya banyak tokoh hebat yang tidak bisa lepas dari pulpen dan catatan kecil. Saya berpikir nasib sebuah kertas binder di tangan saya yang tercoret habis dengan hal-hal tidak jelas. Ternyata memang saya tidak bisa menulis di binder, saya lebih senang eksplorasi ide melalui kertas kosong seperti HVS. Dan memang benar, saya juga tidak bisa lepas dari catatan kecil karena takut lupa dan justru menambah beban ; Kelima, strategic visionary focus to goals, tidak asing mendengar kata ‘visi’ ‘vision’ ‘visionary’ ya, itu semua tentang pandangan kedepan, memang baik kita menjalani sepenuh hati yang sekarang ini karena usaha tidak mengkhianati hasil kata Rio Motret ketika dulu saya bertemu dia di Gala Premiere Allure. Tapi, ingat masa depan pun perlu ditata. ; Keenam, banyak berteman, saya mendapat buku gratis dari Gadis Magazine ketika saya masih SMP berjudul Show Your Work! Dari Austin Kleon. Disitu dibahas kita menjadi orang yang scenius yaitu mendapat inspirasi dari orang lain dan saling menginspirasi ; Ketujuh, kutipan, Ketika karya berkarya yang terinspirasi dari orang lain gunakanlah kutipan/footnote/daftar pustaka itulah bentuk dari saling menghargai antar manusia sebagai makhluk sosial Ubi societas ibi ius’ ; Kedelapan, jangan tenggalam pada mindset, kita ini hidup di abad ke-21 yang sudah di revolusi industri 4.0. Mau sampai kapan kita tenggelam dalam mindset? Ini saatnya show yourself to the freedom. Kalau kamu introvert bukan berarti tidak bisa public speaking, Obama adalah seorang introvert. ; Kesembilan, Creative, Industri yang berbasis teknologi dan tentunya dengan visual. Kita pahami bahwa mata sambungan hati, manusia kreatif sangat dibutuhkan saat ini ; Kesepuluh, Berdoa, jangan lupa berdoa ya, karena manusia hanya bisa merencanakan bukan memastikan. Ada sebuah quotes yang saya lihat di sebuah mobil ‘do your best, God do the rest!’ Ingat diatas langit masih ada langit.
Kira-kira sudah sejauh mana kamu mengenal dirimu? Ada yang ingin ditanyakan? Apakah kamu sudah puas dengan dirimu atau ingin mengupgrade diri lagi? Yuk, komentar dan diskusi di kolom komentar!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TelegramJoin like-minded communities

Ask in the forum about anything and get the response and new insight.

Subribes & GET CANVA PRO

Subscribe to our Newsletter & Insights, Get CANVA PREMIUM for FREE!