Usia 16 Tahun menjadi Delegasi AYIMUN 2020



15 Februari 2020 – Perjalanan menuju Malaysia melewati imigrasi Indonesia dilakukan sendiri tanpa kendala dan tanpa pengecekan Letter of Acceptance, Letter of Consent, KTP Orang Tua. Penerbangan dengan Malindo Airlines sampai di Kuala Lumpur International Airport 1 lalu menaiki Kereta Express ke KLIA 2 sebesar RM 2. Pengambilan melalui gerai cellcom dengan paspor untuk 3 kartu. Kami menaiki bis menuju hotel masing-masing dengan rute Sunway Putra Mall (Hotel bintang 5) lalu menuju Tamu Hotel (Hotel bintang 4). Menikmati kamar dengan roommate tapi teman sekamar-ku tidur di tempat temannya. Jadi, aku menikmati family room sendirian. Pertama terkesan menakutkan, aku menyalakan televisi selama aku tidur. Pembukaan dimulai jam 7 waktu Malaysia. Kami menikmati seminar dan makan malam. Keesokannya, commitee session yang berisi MUN 101 dijelaskan bagaimana alur Model United Nations dan dilanjutkan commitee session dengan coffee break dan lunch. Setelah selesai, kami mendapat makan malam nasi goreng lalu aku melanjutkan latihan untuk Closing Ceremony dengan menunjukkan penampilan Tari Bajidor Kahoot disambung Asmara Dana dan Flashmob Indonesia. Setelah itu, aku dan teman-teman baruku menikmati Petronas Twin Towers dilanjutkan ke Petaling Street. Besoknya, melanjutkan Commitee Session difokuskan ke delegasi yang belum berbicara dengan diberi kesempatan untuk General Speaker List dan dilanjutkan sesi Unmoderated Caucus beserta penyusunan Draft Resolution. Sebagai perwakilan Indonesia untuk Cultural Night Perfomance aku bersama 14 orang temanku latihan untuk Closing Ceremony. Dan, kami tampil dengan berhasil walaupun hanya 1 hari latihan bersama. Tampilan kami dimeriahkan delegasi dari Indonesia lainnya. Tibalah kepulangan bersama bis yang disediakan pihak AYIMUN ke bandara. Bersama Air Asia di Kuala Lumpur International Airport 2 terlihat banyak memakai masker. Karena aku tidak membeli kabin sementara barangku lebih dari 7kg maka aku panik dengan membuang Louboutin yang rusak dan beberapa makanan. Akhirnya, aku membeli bagasi sebesar RM 115 sementara temanku dapat RM 150 untuk bagasi beserta makanan di dalam pesawat. Hingga saat ini, UNHCR Council Group sangat ingin long lasting friendship dan kami seperti keluarga dan aku banyak bertemu dan bertukar pikiran dengan teman-teman dari India, Sri Lanka, Maldives, Uzbekistan, Filipina, dan lainnya. Untuk seorang pemula dan banyak yang pemula, lebih baik di AYIMUN. Chair dan Co-Chair serta Rapporteur sangat baik. Aku sangat senang mengikuti AYIMUN di usiaku yang terbilang muda untuk berpergian tanpa orang tua.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TelegramJoin like-minded communities

Ask in the forum about anything and get the response and new insight.

Subribes & GET CANVA PRO

Subscribe to our Newsletter & Insights, Get CANVA PREMIUM for FREE!